Sebuah testimoni untuk Program Studi Linguistik, Pascasarjana-Universitas Nusa Cendana

Yohanes Adventura LB Lamawato (Alumnus prodi Linguistik-Undana)

Sebuah testimoni untuk Program Studi Linguistik, Pascasarjana-Universitas Nusa Cendana

Sebuah testimoni untuk Program Studi Linguistik, Pascasarjana-Universitas Nusa Cendana

BAHASA DAN ILMU BAHASA

(Sebuah testimoni untuk Program Studi Linguistik, Pascasarjana-Universitas Nusa Cendana)

Bahasa merupakan gejala alam yang sangat berperan dalam kehidupan manusia; bahasa ada karena manusia ada, serta manusia menjadi “manusia seutuhnya” karena bahasa. Saking dekatnya hubungan manusia dengan bahasa menyebabkan sebagian manusia beranggapan bahwa bahasa itu sesuatu yang biasa-biasa saja, tidak punya keistimewaan apa-apa. Bahkan, orang awam ada yang berpendapat bahwa bahasa tidak perlu dipertanyakan lagi karena dia bukan sesuatu yang aneh/istimewa. Hal itu pulalah mungkin yang menyebabkan orang awam tidak begitu  peduli dengan kekhasan dan “keajaiban” bahasa, mirip dengan ketidakpedulian mereka dengan adanya batu dan kerikil di tepi kali. Di sisi lain, bahasa merupakan sebuah perangkat yang paling lentur, cerdas, dan paling ampuh yang dikembangkan oleh manusia sebagai bagian dari budaya kemanusiannya. Bahkan, sebagaimana dikemukakan secara filosofis bahwa bahasa dapat menjadi lambang identitas penuturnya, baik secara perseorangan maupun kelompok.

BAHASA DAN LINGUISTIK

            Begitu luas dan rumitnya gejala “alam bahasa” menjadikan para ilmuwan bahasa (linguis) berusaha mengungkapkan hakikat bahasa itu dari berbagai aspek. Keadaan ini memunculkan berbagai cabang ilmu bahasa (linguistik) dan penemuan aspek-aspek kebahasaan baru yang menarik serta belum terungkap pada masa sebelumnya. Cabang-cabang linguistik seperti fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik termasuk dalam kajian mikro-linguistik. Sedangkan, sosiolinguistik, psikolinguistik, linguistik kebudayaan, analisis wacana kritis, dll., tergolong ke dalam kajian makro-linguistik.

LINGUISTIK: APA FAEDAHNYA?

            Ada banyak alasan mengapa belajar linguistik itu mempunyai arti penting. Sekurang-kurangnya ada lima alasan utama pentingnya belajar linguistik. Pertama, manusia dilahirkan dengan kemampuan serta potensi-internal untuk mampu berbahasa. Tingginya nilai bahasa dalam kehidupan manusia tidak semata dari fungsinya sebagai alat komunikasi melainkan dapat dicermati sebagai kekhasan dan keindahan sistem tata bentuk dan tata gunanya yang jauh melebihi alat komunikasi semata. Kedua, semakin banyak kita mengetahui bagaimana bahasa bekerja, akan semakin efektif kita mempergunakan bahasa itu. Tentu saja, pengetahuan “bagaimana” bahasa bekerja dapat diketahui secara ilmiah dengan belajar linguistik. Dengan demikian, belajar linguistik mempunyai arti penting untuk mendukung pemakaian bahasa secara baik dan benar dalam pelbagai peristiwa komunikasi. Ketiga, belajar bahasa itu amatlah menarik dan menyenangkan. Alasan ini agak bersifat “intuitif” daripada ilmiah. Akan tetapi, hal “intuitif” ini membuktikan bahwa para pencinta bahasa dan linguis sangat berbahagia dan bangga jika mereka dapat menemukan sekaligus mengungkapkan fenomena kebahasaan yang khas dan baru. Keempat, orang terpelajar itu harus mengetahui tentang bahasa. Bahasa orang terpelajar itu harus tertata dan “menyejukkan” sehingga gagasan dan pesan yang disampaikan dapat dipahami oleh mitra tuturnya. Kelima, kajian tentang bahasa jelas merupakan kajian tentang jiwa-rohani manusia. Bahasa adalah “percikan” keadaan jiwa penuturnya. Dalam kajian psikolinguistik, jiwa seseorang dapat dideskripsikan melalui bahasanya. Dengan demikian, belajar linguistik mempunyai arti penting bagi siapapun (peneliti, ahli, pembelajar, maupun guru bahasa).

PRODI LINGUISTIK-UNDANA: KOMPAS KEBERAGAMAN BAHASA DI NTT

Keberadaan prodi Linguistik-Undana sebagai cabang ilmu pengetahuan menjadi semakin bermakna di tengah beragamnya bahasa beserta ribuan penuturnya yang tersebar di pulau-pulau. Para ahli bahasa pernah mengeluarkan pernyataan tentang Nusa Tenggara Timur yang merupakan “surga” di wilayah timur NKRI bagi peneliti bahasa. Berdasarkan data survei terakhir dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, ada sekitar 718 bahasa daerah yang berhasil dipetakan di seluruh wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut, hampir 90 % tersebar di wilayah Indonesia bagian timur: 428 di wilayah Papua, 80 di wilayah Maluku, dan 72 di wilayah NTT. Berdasarkan jumlahnya, NTT menempati posisi ketiga bahasa daerah terbanyak di Indonesia. Melalui data ini, para tim pengajar yang berkompeten di prodi Linguistik-Undana melalui 12 dosennya yang terdiri atas 3 guru besar dan 9 doktor, terus meningkatkan aktivitas pelayanan akademis-humanis, salah satunya dengan terus mempelajari serta mencermati perihal keberagaman bahasa ini baik secara mikro-linguistik, makro-linguistik maupun secara terapan di bidang penerjemahan.

Anda ingin menjadi peneliti, ahli, pemerhati, serta guru bahasa? Segera daftarkan diri Anda pada prodi Linguistik, Pascasarjana-Universitas Nusa Cendana, Kupang!

 

                                                                        Yohanes Adventura LB. Lamawato

                                                                        (Alumnus prodi Linguistik-Undana)

 

Share This Post:

Post Terkait

SEMINAR NASIONAL PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL  PIPS   PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NUSA CENDANA

SEMINAR NASIONAL PROGRAM...

‘’Tata Kelola Pascaserjana PTN-BLU Menuju PTN-BH” pertama di  gelar PIPS PPs UNDANA pada seminar Nsional. Program studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS)  Program Pascaserjana (PPs)  Universitas Nusa Cendana (UNDANA) Gelar Seminar Nasional dengan tema “Tata Kelola Pascaserjana PTN-BLU Menuju PTN-BH” kegaitan yang di lakukan pada selasa , 06 Desember 2022 bertempat di  Aulah lantai 3 PPs...
Baca Selengkapnya
KULIAH UMUM PROGRAM STUDI  ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NUSA CENDANA.

KULIAH UMUM PROGRAM STUDI ...

Thema : Masa Depan Generasi Emas 2045 di Tangan Guru Program Studi Ilmu Pengetahuan Sosial Program Pacasarjana Universitas Nusa Cendana Menghadirkan Narsumber Prof.Dr. Ni Nyoman Padmadewi,M.A ( Guru Besar Bidang Linguistik ) di Dampingi Wakil Direktur I Bidang Akademik Dr. Karolus Kopong Medan,SH.,M.Hum dan Kordinator Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Dr.Hamzah Huri Wulakada,SP.,M.Si.  Kuliah Umum Tersebut Berlangsung Pada...
Baca Selengkapnya

Tinggalkan Komentar